Wednesday, August 3, 2011

Tindak Karantina Rusa Totol

Kedatangan Rusa Totol. Akhirnya setelah sempat menunggu cukup lama rusa totol tiba di Kotawaringin Barat pada akhir bulan Juli 2011. Rusa yang sedianya akan diterbangkan dengan pesawat udara akhirnya harus melalui jalur darat dan laut mengingat dimensi cargo pesawat tidak memenuhi syarat kesejahteraan hewan. 
Rusa ini dikirim dari Bandung yang juga merupakan salah satu penangkaran rusa yang mendatangkan rusa totol dari Istana Bogor. Rusa diangkut dengan menggunakan truck dari Bandung menuju Semarang, kemudian dengan menggunakan kapal laut berlayar menuju Kumai dan setelah diperiksa oleh petugas karantina kesesuaian jumlah hewan dengan dokumen rusa langsung menuju ke lokasi penangkaran di Sungai Rangit Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat. 
Pada hari ketiga setelah kedatangan dilakukan Tindak Karantina ke lokasi penangkaran, observasi secara umum mengenai kondisi kesehatan rusa, perilaku dan aktifitas, ketersediaan pakan dan minum serta penyesuaian diri terhadap lingkungan baru. Berdasar observasi tersebut secara umum, kondisi rusa cukup baik dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang ada.
 
Rusa totol (Axis axis) pastinya tidak asing bagi sebagian kita terutama yang pernah ke Istana Bogor. Di Istana Bogor terdapat ratusan rusa totol. Rusa totol juga tidak asing bagi penduduk kota Bogor lantaran binatang yang satu ini ditetapkan menjadi ikon Kota tersebut sejak tahun 1995. Namun satu fakta yang kadang terlupa adalah rusa totol sebenarnya bukan fauna asli Indonesia. Berbeda dengan rusa bawean (Axis kuhli), rusa timor (Cervus timorensis), sambar (Cervus unicolor), dan menjangan yang asli Indonesia.
Rusa totol yang mempunyai nama latin Axis axis bukanlah fauna asli Indonesia melainkan berasal dari India dan Sri Lanka. Binatang yang lucu dan cantik ini didatangkan oleh Thomas Stanford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris, pada tahun 1814 untuk menempati halaman Istana Bogor.
Rusa totol disebut juga sebagai “cheetal” atau rusa chital. Dalam bahasa Inggris fauna identitas kota Bogor ini disebut sebagai Chital, Axis Deer, Indian Spotted Deer. Dalam bahasa ilmiah (latin) rusa yang satu genus dengan rusa bawean ini disebut Axis axis

Ciri dan Perilaku. Ciri rusa totol (Axis axis) yang membedakan dengan jenis rusa lainnya adalah terdapatnya totol-totol putih pada rambut tubuh (bulu) yang berwarna coklat.
Rusa totol mempunyai tinggi tubuh sekitar 90-100 cm. Rusa totol dewasa mempunyai berat antara 50-70 kg untuk rusa jantan dan 40-50 kg untuk rusa betina. Rusa jantan memiliki tanduk yang bercabang hingga mencapai 75 cm tingginya.
Rusa totol (Axis axis) merupakan hewan herbivora yang menyukai segala jenis tumbuhan terutama rumput dan dedaunan. Rusa totol dewasa (pubertas) pada umur 10-15 bulan (rusa betina) dan pada jantan pada umur 12-16 bulan (pada jantan). Seekor rusa betina akan bunting selama 234 hari, dan mempunyai jarak antar kelahiran sekitar 275 hari. Usia rusa yang menjadi ikon Istana Bogor ini berkisar antara 20-30 tahun.

Populasi, Habitat dan Persebaran. Rusa totol secara alami tersebar di India, Sri Lanka, Nepal, Bhutan, dan Bangladesh. Rusa totol diintroduksi ke Argentina, Armenia, Australia, Brazil, Kroasia, Moldova, Pakistan, Papua Nugini, Ukraina; Amerika Serikat, dan Uruguay. Pada tahun 1814, Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stanford Raffles mendatangkan rusa totol ke Istana Bogor yang berkembang biak hingga sekarang.
Populasi rusa totol di halaman Istana Bogor yang mencapai 880 ekor dianggap telah melebihi kapasitas mengingat idealnya komplek Istana Bogor hanya dihuni oleh sekitar 400-an ekor rusa totol saja.

Saat ini juga banyak penangkaran rusa yang memiliki koleksi rusa totol yang didatangkan dari Istana Bogor. Ingin ikut menangkarkan?


Klasifikasi Ilmiah
  • Kerajaan Animalia
  • Filum Chordata
  • Kelas Mammalia
  • Ordo Artiodactyla
  • Famili Cervidae
  • Subfamili Cervinae
  • Genus Axis
  • Species Axis axis 
  • Nama Binomial  Axis axis (Erxleben, 1777). 
  • Nama Indonesia  Rusa Totol

No comments:

Post a Comment