Saturday, December 10, 2011

Sapi Bali bakalan Pangkalan Bun




Pada tangal 6 Desember  2011 akhirnya 360 Ekor Sapi Betina Bibit jenis Sapi Bali pengadaan Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat datang setelah beberapa minggu sebelumnya selalu mengalami kemunduran. Bersamaan dengan musim gelombang yang mulai meninggi, perjalanan sapi-sapi tersebut agak terlambat hingga empat hari dilautan dan harus transit di pulau Bawean untuk menunggu teduhnya laut. Setelah bertolak pada hari Jumat malam dari pelabuhan Sedayu Gresik Jawa Timur akhirnya sapi tersebut tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai Pangkalan Bun Kalimantan Tengah padi hari Selasa siang.
          Dari dermaga pelabuhan sapi-sapi tersebut masuk ke Istalasi Karantina Hewan sapi bibit sekali pakai yang berlokasi di desa Kapitan, kecamatan Kumai Pangkalan Bun. Kondisi sapi secara umum tampak sangat kelelahan dikarenakan perjalanan laut yang cukup lama dari waktu berlayar normal dan keterlambatan pemberangkatan dikarenakan kurangnya persiapan administrasi kelengkapan dokumen.
          Setelah diistirahatkan sehari  dan kondisi sapi sudah pulih, petugas karantina Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya Wilayah Kerja Pangkalan Bun melaksanakan Tindak Karantina pengambilan sampel serum darah untuk pengujian terhadap Hama Penyakit Hewan Karantina Brucellosis. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari dengan lancar, sampel darah yang terambil dengan menggunakan venoject, sedangkan untuk sampel feses dengan menggunakan plastik sampel. Setelah serum dipisahkan sampel tersebut dikirim ke laboratorium pemeriksaan BKP kelas II Palangkaraya untuk pengujian Rose Bengal Test.
Pemasukan ternak menuju Istalasi Karantina Hewan sapi bibit sekali pakai ini dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2011, untuk dikarantinakan minimal selama 14 (empat belas) hari dan dapat diperpanjang sampai dengan dinyatakan sehat oleh Dokter Hewan Karantina.
Petugas melaksanakan observasi, pemeriksaan ketersediaan pakan / air minum, serta kebersihan kandang Instalasi Karantina sementara terhadap sapi bibit tersebut setiap hari selama masa karantina.

Sapi Bali mempunyai sapi yang memiliki banyak sifat unggul diantaranya reproduksi sangat baik, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungannya, tahan terhadap penyakit, dapat hidup di lahan kritis, memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi. Tidak heran bila Sapi Bali merupakan jenis sapi terbaik diantara sapi-sapi yang ada di dunia.
Sapi Bali  merupakan sapi potong asli Indonesia yang merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos banteng) adalah jenis sapi yang unik, hingga saat ini masih hidup liar di Taman Nasional Bali Barat, Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Ujung Kulon. Sapi asli Indonesia ini sudah lama didomestikasi suku bangsa Bali di pulau Bali dan sekarang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sapi Bali merupakan hewan ternak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat petani di Bali. Sapi Bali sudah dipelihara secara turun menurun oleh masyarakat petani Bali sejak zaman dahulu. Petani memeliharanya untuk membajak sawah dan tegalan, untuk menghasilkan pupuk kandang yang berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian.
Sapi Bali mempunyai sifat subur, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dapat hidup di lahan kritis, dan mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan. Keunggulan lain yang sudah dikenal masyarakat adalah persentase karkas yang tinggi.(by.danang@2011)





No comments:

Post a Comment