Dari
dermaga pelabuhan sapi-sapi tersebut masuk ke Istalasi Karantina Hewan sapi
bibit sekali pakai yang berlokasi di desa Kapitan, kecamatan Kumai Pangkalan
Bun. Kondisi sapi secara umum tampak sangat kelelahan dikarenakan perjalanan
laut yang cukup lama dari waktu berlayar normal dan keterlambatan
pemberangkatan dikarenakan kurangnya persiapan administrasi kelengkapan
dokumen.
Pemasukan ternak menuju Istalasi Karantina Hewan
sapi bibit sekali pakai ini dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2011, untuk
dikarantinakan minimal selama 14 (empat belas) hari dan dapat diperpanjang
sampai dengan dinyatakan sehat oleh Dokter Hewan Karantina.
Petugas melaksanakan observasi, pemeriksaan
ketersediaan pakan / air minum, serta kebersihan kandang Instalasi Karantina
sementara terhadap sapi bibit tersebut setiap hari selama masa karantina.
Sapi Bali mempunyai sapi yang memiliki banyak sifat unggul diantaranya
reproduksi sangat baik, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan lingkungannya,
tahan terhadap penyakit, dapat hidup di lahan kritis, memiliki daya cerna yang
baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi. Tidak heran bila Sapi Bali merupakan jenis sapi terbaik diantara sapi-sapi
yang ada di dunia.
Sapi Bali merupakan sapi potong asli
Indonesia yang merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos banteng) adalah jenis
sapi yang unik, hingga saat ini masih hidup liar di Taman Nasional Bali Barat,
Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Ujung Kulon. Sapi asli Indonesia ini
sudah lama didomestikasi suku bangsa Bali di pulau Bali dan sekarang sudah tersebar
di berbagai daerah di Indonesia.
Sapi Bali merupakan hewan ternak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakat petani di Bali. Sapi Bali sudah dipelihara secara turun menurun oleh
masyarakat petani Bali sejak zaman dahulu. Petani memeliharanya untuk membajak
sawah dan tegalan, untuk menghasilkan pupuk kandang yang berguna untuk
mengembalikan kesuburan tanah pertanian.
Sapi
Bali mempunyai sifat subur, cepat beranak, mudah beradaptasi dengan
lingkungannya, dapat hidup di lahan kritis, dan mempunyai daya cerna yang baik
terhadap pakan. Keunggulan lain yang sudah dikenal masyarakat adalah persentase
karkas yang tinggi.(by.danang@2011)
No comments:
Post a Comment